LBH GP Ansor Soroti Dugaan Pencemaran Kali Kukuba oleh PT Feni Haltim

- Publisher

Kamis, 20 Agustus 2026 - 13:21 WIT

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua LBH GP Ansor Maluku Utara, Zulfikran A. Bailussy.

Ketua LBH GP Ansor Maluku Utara, Zulfikran A. Bailussy.

HALTIM, GoogiraNews – Dugaan pencemaran Kali Kukuba akibat sedimentasi aktivitas PT Feni Haltim kembali menjadi sorotan.
LBH GP Ansor Maluku Utara mendesak pemerintah menuntaskan dugaan pencemaran tersebut berdasarkan pemeriksaan teknis.

Ketua LBH GP Ansor Maluku Utara, Zulfikran Bailussy, meminta KLH, Pemprov, Pemkab, dan DPRD memperkuat pengawasan.
Menurutnya, dugaan sedimentasi Kali Kukuba tidak boleh berhenti pada rapat, klarifikasi, maupun pernyataan politik.

Zulfikran mengatakan dugaan pencemaran Kali Kukuba harus diuji secara objektif melalui pemeriksaan teknis dan dokumen lingkungan.
Menurutnya, hasil pemeriksaan perlu menjelaskan sumber sedimentasi, dampaknya, serta kepatuhan perusahaan terhadap persetujuan lingkungan.

“Pemerintah harus memastikan dugaan sedimentasi Kali Kukuba diperiksa secara serius dan tidak berhenti pada klarifikasi,” ujarnya.
Ia menilai pemeriksaan penting untuk memastikan ada atau tidaknya pelanggaran kewajiban pengelolaan lingkungan.

Zulfikran meminta pemerintah merujuk ketentuan perlindungan lingkungan dalam melakukan pengawasan terhadap dugaan sedimentasi Kali Kukuba.
Menurutnya, pengawasan harus mencakup pemeriksaan lapangan, pengambilan sampel, dan evaluasi kewajiban lingkungan perusahaan.

Baca Juga :  Bupati Ubaid Dorong Penguatan Dua Kawasan Transmigrasi Haltim

Ia menilai dugaan sedimentasi Kali Kukuba perlu menjadi perhatian utama karena berdampak terhadap kawasan pesisir Teluk Buli. Menurutnya, pemerintah harus memastikan kondisi lingkungan setelah peristiwa yang terjadi pada Mei 2026 tersebut.

Kondisi Kali Kukuba, Teluk Buli, Desa Buli Asal dan Wayfli, Kecamatan Maba, Kabupaten Halmahera Timur, Maluku Utara. (Foto: Dokumentasi Salawaku Institut/RRI)

“Pemerintah sebelumnya sudah melakukan langkah awal, sehingga publik berhak mengetahui hasil pemeriksaan lapangan,” katanya.
Ia meminta hasil pemeriksaan menjelaskan temuan teknis, pihak bertanggung jawab, dan tindak lanjut hukumnya.

Zulfikran juga meminta pemerintah membuka hasil pemeriksaan dugaan sedimentasi Kali Kukuba dan Teluk Buli pada Mei 2026. Publik, katanya, berhak mengetahui temuan teknis, pihak bertanggung jawab, serta tindak lanjut hukum pemerintah.

“Pemulihan bukan berarti menghapus dugaan pelanggaran, karena pemulihan dan penegakan hukum merupakan dua hal berbeda,” ujarnya.
Ia menilai pemerintah tetap perlu memastikan ada atau tidaknya ketidaktaatan terhadap persetujuan lingkungan.

Baca Juga :  Kredit Macet Hambat Akses Modal UMKM di Halmahera Timur

Sebelumnya, PT Feni Haltim menyatakan menghentikan sementara aktivitas di area terdampak dan melakukan sejumlah langkah pemulihan.
Langkah tersebut meliputi pemasangan geotekstil, silt curtain, pembersihan drainase, serta tindakan pemulihan lingkungan lainnya.

Zulfikran meminta DPRD Provinsi dan Kabupaten menjalankan fungsi pengawasan dengan memanggil perusahaan serta instansi terkait.
Ia mendorong pemeriksaan Amdal, persetujuan lingkungan, hasil konsultasi publik, serta dokumen pemeriksaan dugaan pencemaran.

“Pemerintah harus memperlihatkan hasil pengujian kualitas air, sedimen, dan parameter lingkungan yang relevan,” katanya.
Ia juga meminta kejelasan mengenai kewajiban pengelolaan lingkungan serta dasar hukum jika belum terdapat sanksi.

Zulfikran menegaskan pemerintah harus memastikan dugaan pencemaran ditangani berdasarkan hasil pemeriksaan teknis dan ketentuan berlaku.
Ia berharap seluruh proses pengawasan dilakukan transparan agar masyarakat memperoleh kepastian mengenai kondisi lingkungan Teluk Buli. (Tim)

Berita Terkait

Sekda Haltim Tegaskan, Revisi RP3KP Jangan Jadikan Dokumen Pajangan
Sekda Haltim Buka FGD RP3KP, Tekankan Data Harus Riil
BPKAD Haltim Perkuat Standar Harga untuk Penyusunan APBD 2027
KONI Haltim Dorong Futsal SeOPMI Jadi Agenda Tahunan
Bicoli Open Tournament Voli 2026 Resmi Dibuka
Keluhan Debu Hauling, Pemkab Haltim Turunkan Tim Investigasi
Pastikan Pelayanan Terus berjalan, Kadis PUPR Haltim Menyampaikan Permohonan Maaf
FHT dan Pemuda Buli Asal Rutin Bersihkan Pantai

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 12:19 WIT

Sekda Haltim Tegaskan, Revisi RP3KP Jangan Jadikan Dokumen Pajangan

Rabu, 16 September 2026 - 09:02 WIT

Sekda Haltim Buka FGD RP3KP, Tekankan Data Harus Riil

Selasa, 15 September 2026 - 12:15 WIT

BPKAD Haltim Perkuat Standar Harga untuk Penyusunan APBD 2027

Minggu, 13 September 2026 - 16:20 WIT

KONI Haltim Dorong Futsal SeOPMI Jadi Agenda Tahunan

Sabtu, 12 September 2026 - 19:36 WIT

Bicoli Open Tournament Voli 2026 Resmi Dibuka

Berita Terbaru

Berita

Sekda Haltim Buka FGD RP3KP, Tekankan Data Harus Riil

Rabu, 16 Sep 2026 - 09:02 WIT

Berita

KONI Haltim Dorong Futsal SeOPMI Jadi Agenda Tahunan

Minggu, 13 Sep 2026 - 16:20 WIT

Berita

Bicoli Open Tournament Voli 2026 Resmi Dibuka

Sabtu, 12 Sep 2026 - 19:36 WIT