TERNATE, Googiranews- Bupati Halmahera Timur Ubaid Yakub, menghadiri Rakor Hilirisasi Perkebunan di Kota Ternate. Kegiatan digelar di Ballroom Bela Hotel, Selasa (28/10/2025), dihadiri Menteri Pertanian Amran Sulaiman dan Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda Laos.
Selain itu, hadir juga Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa, serta para bupati dan wali kota dua provinsi. Kegiatan ini bertujuan memperkuat kerja sama pengembangan komoditas perkebunan sebagai penopang ekonomi masyarakat.
Usai kegiatan, Bupati Ubaid Yakub menyampaikan apresiasi atas perhatian Kementerian Pertanian kepada Maluku Utara. “Bagi kami di Halmahera Timur, ini dukungan besar bagi pengembangan kelapa dalam, kakao, dan pala,” ujarnya.
Menurutnya, kunjungan Menteri Pertanian menjadi momentum memperkuat edukasi masyarakat tentang pentingnya sektor perkebunan. Ia menjelaskan, masyarakat perlu terus didorong agar mampu mengelola lahan produktif secara berkelanjutan.
“Khusus untuk perkebunan, akan kami sinkronkan dengan arahan Menteri, terutama di bidang kelapa dalam,” katanya. Ubaid menilai sektor ini berpotensi besar menopang kemandirian ekonomi masyarakat di wilayah pedesaan.
Bupati Ubaid juga menyoroti perlunya proses regenerasi tanaman kelapa dalam di Halmahera Timur. “Rata-rata usia kelapa di Haltim sudah lebih dari 40 tahun,” ujarnya menjelaskan.
Ia menginstruksikan Dinas Pertanian segera menginventarisasi lahan tidur dan tanaman kelapa berusia tua. Langkah ini dinilai penting untuk memulai program regenerasi dan meningkatkan produktivitas hasil perkebunan rakyat.
Selain itu, Ubaid mendorong masyarakat untuk melakukan variasi tanaman, seperti kakao dan pala. “Kita perlu variasi jenis tanam agar hasil perkebunan lebih baik,” katanya menegaskan.
Menurutnya, diversifikasi tanaman membantu petani menghadapi perubahan pasar dan kondisi alam. Ia juga berharap adanya dukungan berkelanjutan dari pemerintah pusat untuk program hilirisasi di daerah.
Bupati Ubaid menyebut kunjungan Menteri Pertanian membawa semangat baru bagi pembangunan perkebunan di Haltim. “Kami optimis Halmahera Timur bisa memenuhi target pengembangan perkebunan nasional,” tuturnya yakin.
Ia menegaskan, pemerintah daerah berkomitmen memperkuat ekonomi masyarakat melalui sektor produktif. “Kita tidak boleh hanya bergantung pada tambang, tapi harus memperkuat sektor lain,” tegasnya.
Ubaid mengajak seluruh pihak bersinergi dalam mengembangkan potensi daerah secara berkelanjutan. Menurutnya, sinergi pemerintah dan masyarakat menjadi kunci meningkatkan kesejahteraan melalui pengelolaan perkebunan.









