HALTIM, GoogiraNews- Sekretaris Daerah Halmahera Timur, Ricky Chairul Richfat, mengingatkan seluruh pimpinan perusahaan tambang agar tidak mengabaikan kepentingan masyarakat di sekitar wilayah operasional.
Ia menegaskan aktivitas pertambangan harus memperhatikan dampak sosial ekonomi terutama bagi warga yang berada di lingkar tambang.
Menurut Sekda keberadaan investasi harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan tidak hanya berorientasi pada keuntungan perusahaan semata. Ia menilai keseimbangan antara pemanfaatan sumber daya alam dan kesejahteraan masyarakat menjadi kunci pembangunan daerah berkelanjutan.
“Perusahaan tidak boleh hanya mengambil keuntungan tetapi juga harus memperhatikan kesejahteraan masyarakat lingkar tambang,” tegas Sekda, Selasa (28/4/2026).
Ia menambahkan hubungan harmonis antara perusahaan dan masyarakat sangat penting untuk menjaga stabilitas sosial di daerah.
Sekda menegaskan bahwa arahan tersebut juga merupakan pesan langsung Bupati Halmahera Timur yang harus menjadi perhatian serius seluruh perusahaan. Menurutnya pemerintah daerah memiliki komitmen kuat memastikan investasi berjalan seimbang dengan kepentingan masyarakat setempat.
“Ini juga menjadi penegasan Bupati bahwa investasi harus memberi manfaat bagi masyarakat bukan hanya untuk perusahaan semata,” ujarnya.
Ia menekankan seluruh perusahaan wajib mematuhi prinsip keberlanjutan serta tanggung jawab sosial dalam setiap aktivitas operasional.
Sekda menekankan perhatian terhadap masyarakat akan mencegah munculnya aksi protes maupun kecaman akibat dampak aktivitas pertambangan.
Ia mengingatkan perusahaan untuk membangun komunikasi terbuka serta memberikan solusi terhadap setiap persoalan yang dihadapi masyarakat.
Menurut Sekda, Pemerintah daerah tetap mendukung investasi karena memberikan kontribusi terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah secara signifikan. Namun pemerintah juga tidak dapat mengabaikan masyarakat yang merupakan bagian penting dalam pembangunan daerah yang berkelanjutan.
“Kami menerima investasi tetapi masyarakat juga harus merasakan manfaat dari kehadiran perusahaan di daerah ini,” ujarnya.
Ia menegaskan pemerintah akan terus mengawal keseimbangan antara kepentingan investasi dan kesejahteraan masyarakat secara adil.
Sekda juga menyinggung kondisi warga Desa Fayaul Kecamatan Wasile Selatan yang terdampak aktivitas industri tambang di wilayah tersebut.
Masyarakat yang menggantungkan hidup pada budidaya rumput laut mengalami kerugian akibat dugaan pencemaran limbah perusahaan PT JAS.
Kondisi tersebut berdampak pada menurunnya kualitas lingkungan laut sehingga mengganggu keberlangsungan ekonomi masyarakat setempat.
Hal ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah agar kejadian serupa tidak kembali terulang di wilayah lainnya. “Perusahaan harus belajar dari kejadian ini dan memastikan aktivitasnya tidak merugikan masyarakat di sekitar wilayah operasional,” tambahnya.
Ia berharap seluruh pihak dapat menjaga keseimbangan antara investasi dan keberlanjutan kehidupan masyarakat lingkar tambang.









